Satwa – Seekor badak Sumatera (Dicerorhinus Sumatrensis) diketahui masuk ke dalam Pit Trap (Lubang Jebakan) nomor 4, yang berada dekat aliran Anak Sungai Tunuq, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, Imdonesia pada Minggu pagi (25/11) pukul 07. 30 WITA. Badak tersebut berjenis kelamin betina dan telah berhasil diselamatkan oleh tim.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Indoflashlight (@indoflashlight) pada

Kini Badak tersebut dipindahkan ke Boma atau Kandang Angkut,” jelas Sunandar, Kepala BKSDA Kalimantan Timur.

Pemindahan badak tersebut dilakukan keesokan harinya (26/11), ke Suaka Rhino Sumatra (SRS) Kelian, dengan kondisi kesehatan stabil dan baik. Badak tersebut kemudian diberi nama PAHU.

Badak Sumatera merupakan jenis satwa langka yang termasuk kategori critically endangered menurut IUCN. Selain di Sumatera, satwa ini dapat ditemukan di Kalimantan dalam jumlah yang sangat terbatas.

Terkait hal ini Direktur Jenderal KSDAE, Wiratno, menyampaikan bahwa translokasi merupakan langkah awal yang sangat penting dalam upaya menyelamatkan Badak Sumatera, karena saat ini berada dalam situasi kritis. “Pemerintah Indonesia berkomitmen penuh, tidak hanya untuk upaya pengembangbiakan semi alami yang sekarang sedang berlangsung, tetapi untuk menjaga habitat alami Badak Sumatera, dengan harapan akhirnya melepaskan kembali satwa ke alam,” tegasnya.

Ulasan Lainnya

Badak sumatera, juga dikenal sebagai badak berambut atau badak Asia bercula dua (Dicerorhinus sumatrensis) merupakan spesies langka dari famili Rhinocerotidae dan termasuk salah satu dari lima spesies badak yang masih ada. Badak sumatera merupakan satu-satunya spesies yang terlestarikan dari Genus Dicerorhinus. Badak ini adalah badak terkecil, meskipun masih tergolong hewan mamalia yang besar.

Tingginya 112-145 cm sampai pundak, dengan panjang keseluruhan tubuh dan kepala 2,36-3,18 m, serta panjang ekornya 35–70 cm. Beratnya dilaporkan berkisar antara 500 sampai 1.000 kg, dengan rata-rata 700–800 kg, meskipun ada suatu catatan mengenai seekor spesimen dengan berat 2.000 kg. Sebagaimana spesies badak Afrika, badak sumatera memiliki dua cula; yang lebih besar adalah cula pada hidung, biasanya 15–25 cm, sedangkan cula yang lain biasanya berbentuk seperti sebuah pangkal. Sebagian besar tubuh badak sumatera diselimuti rambut berwarna cokelat kemerahan.

Ancaman

Selama bertahun-tahun, perburuan Badak Sumatera untuk diambil cula maupun bagian-bagian tubuh lainnya – biasanya dipercaya sebagai bahan obat trandisional – telah berakibat pada semakin berkurangnya populasi satwa tersebut. Saat ini, hilangnya habitat hutan menjadi ancaman utama bagi kelangsungan hidup Badak Sumatera yang tersisa.

Rusaknya hutan diiringi dengan berbagai aktivitas yang tidak berkelanjutan oleh manusia telah menyebabkan semakin terdesaknya populasi Badak Sumatera menuju kepunahan. Dengan populasinya yang semakin kecil dan tingginya laju kerusakan hutan yang menyebabkan hutan terfragmentasi dalam kotak-kotak yang terisolir – maka, dalam beberapa kasus, Badak Sumatera dilaporkan keluar hutan dan masuk ladang penduduk mencari makanan. Di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, ancaman utama terhadap habitat Badak Sumatera adalah perambahan hutan menjadi kebun kopi dan tanaman pertanian lainnnya. Seiring dengan pembukaan hutan yang begitu cepat dan semakin terbukanya akses terhadap lokasi di dalam taman nasional, ancaman serius lainnya pun muncul: perburuan.

Kehilangan habitat dan perburuan adalah ancaman yang paling utama bagi keberlangsungan hidup Badak Sumatera. Agar satwa ini mampu bertahan hidup, dibutuhkan upaya-upaya serius untuk menyelamatkan habitat hutan di Sumatera di mana sebagian besar populasi Badak Sumatera kini berada. Selain itu, upaya-upaya untuk menghentikan perdagangan cula badak dan produk-produk lainnya yang berasal dari tubuh satwa dilindungi tersebut harus dilakukan segera, agar insentif bagi para pemburu yang mengincar bagian-bagian tubuh Badak Sumatera pun dapat dikurangi.

Sumber Pustaka:
[1] Instagram/kementerianlhk. 30/11/2018
[2] Wwf.Badak Sumatera. "https://www.wwf.or.id/program/spesies/badak_sumatera/". 30/11/2018

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *