Perhatian: Artikel ini akan tetap diperbarui jika ada informasi terkini

Satwa – Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) adalah sejenis hewan mamalia yang sering disebut Lumba – Lumba air tawar yang hampir punah. Pesut mempunyai kepala berbentuk bulat (seperti umbi) dengan kedua matanya yang kecil (mungkin merupakan adaptasi terhadap air yang berlumpur). Tubuh pesut berwarna abu-abu sampai wulung tua, lebih pucat dibagian bawah – tidak ada pola khas. Sirip punggung kecil dan membundar di belakang pertengahan punggung. Dahi tinggi dan membundar; tidak ada paruh. Sirip dada lebar membundar.

Pesut bergerak dalam kawanan kecil, walaupun pandangannya tidak begitu tajam dan kenyataan bahwa pesut hidup dalam air yang mengandung lumpur, namun pesut merupakan ‘pakar’ dalam mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan. Barangkali mereka menggunakan ultrasonik untuk melakukan lokasi gema seperti yang dilakukan oleh kerabatnya di laut.

Populasi hewan ini terus menyusut akibat habitatnya terganggu, terutama makin sibuknya lalu-lintas perairan Sungai Mahakam, serta tingginya tingkat erosi dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya. Kelestarian Pesut Mahakam juga diperkirakan terancam akibat terbatasnya bahan makanan berupa udang dan ikan, karena harus bersaing dengan para nelayan di sepanjang Sungai Mahakam.

Peneliti Pesut Mahakam dari yayasan Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) berkewarganegaraan Belanda, Danielle Kreb, yang meneliti pesut lebih dari 20 tahun terakhir ini menerangkan Dahulu, di era tahun 1970 sampai 1980-an, masyarakat bisa dengan mudah melihat Pesut Mahakam di hilir Sungai Mahakam, seperti di tengah Kota Samarinda.

Seiring waktu, kini masyarakat tidak mudah lagi menemukannya, sebab pesut Mahakam bergeser ke hulu Sungai Mahakam di Kabupaten Kutai Kartanegara. “Itu artinya, pakan mereka ikan-ikan kecil, sudah tidak ada lagi di Sungai Mahakam di tengah Kota Samarinda. Mereka bergerak ke hulu sungai, mencari makan. Di mana banyak ikan kecil, di situ ada pesut. Jadi, urusan pakan, memang jadi faktor utama,” kata Danielle.

Baca juga: The King Of Fruits – Durian Merah Lahung Asli Indonesia Terancam Punah

Tampak Sungai Mahakam dari Atas (Tempat Habitat Asli Pesut)

Populasi hewan ini tinggal 50 ekor saja dan menempati urutan tertinggi satwa Indonesia yang terancam punah. Secara taksonomi Pesut Mahakam adalah subspesies dari Pesut.

Tidak seperti mamalia air lain yakni Lumba – Lumba dan Ikan Paus yang hidup di laut, Pesut Mahakam hidup di sungai-sungai daerah tropis. Populasi satwa langka yang dilindungi undang – undang ini hanya terdapat pada tiga lokasi di dunia yakni Sungai Mahakam, Sungai Mekong, dan Sungai Irawady.

Pesut bisa ditemukan di banyak muara – muara sungai di Kalimantan, tetapi sekarang Pesut menjadi satwa langka. Selain di Sungai Mahakam, Pesut ditemukan pula ratusan kilometer dari lautan, yakni di wilayah Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Habitat hewan pemangsa ikan dan udang air tawar ini dapat dijumpai pula di perairan Danau Jempang (15.000 ha), Danau Semayang (13.000 ha), dan Danau Melintang (11.000 ha).

Berikut dokumentasi video “Pesut”

Baca juga: 921 Satwa dan Tumbuhan yang di Lindungi Undang-Undang (Terlengkap)

Penyebab Terancam Punahnya Pesut Mahakam

Salah satu faktor utamanya yaitu lalu lalangnya Tugboat yang menarik Kapal Ponton Penambangan Batubara. Menurut Danielle, perilaku Pesut akan merasa sangat bising dan tidak bisa memantulkan gelombang sonar, sehingga bergerak menjauhi kebisingan. “Kalau di Sungai Mahakam, tidak berpengaruh besar dengan pesut, karena sungai lebar. Tapi justru yang mempengaruhi populasi pesut sekarang, lalu lalang ponton batubara di anak sungai. Saya harap, keberadaan ponton di anak sungai bisa dihindari,” ujar Danielle.

Map Sungai Mahakam

5 thoughts on “Pesut Sang Penghuni Terakhir Sungai Mahakam Terancam Punah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *