Wisata – Ambarawa adalah sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Pada era kerajaan kerajaan Mataram (Amangkurat II) kawasan ini bernama Limbarawa. Dulu Ambarawa pernah menjadi ibu kota Kabupaten Semarang. Sekarang ibu kotanya adalah Ungaran. Ambarawa juga disebut sebagai kota Palagan Ambarawa, dan terdapat Musium Palagan Ambarawa, Musium Kereta Api Ambarawa dan Benteng Willem I.

Ambarawa adalah lokasi penguburan kamp Jepang di mana lebih dari 15.000 orang Eropa telah dilaksanakan selama masa penjajahan Jepang. Setelah Jepang menyerah dan ketika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, pertempuran pecah di daerah Ambarawa pada tanggal 20 November 1945 antara pasukan Inggris yang mengevakuasi di tanah jajahan Eropa dan Republik Indonesia. Di sebelah Tenggara Kota Ambarawa ada sebuah Rawa yg dikenal dengan sebutan Rawa Pening. Asal muasal rawa tersebut menurut geologist J. Van Bemellen, Rawapening merupakan cekungan danau tektonik, yang terjadi dari peristiwa tektonik gravitasi, yaitu pergeseran akibat gaya berat, yang mengakibatkan Gunung Telomoyo Purba, yang dikenal sebagai Gunung Soropati, sobek dan menghasilkan sesar Klegung yang sekarang sudah tidak aktif lagi.

Baca juga: Keindahan Danau Toba Bak Surga yang Tertinggal

Pada Masa Pra-sejarah, sisi timur Gunung Soropati bergeser ke arah timur laut, sehingga daerah antara Gunung Telomoyo dan Pegunungan Payungrong mengalami depresi. Akibatnya, bagian kaki dasarnya patah dan terlipat, sehingga membentuk cekungan yang terisi air hujan dan menghasilkan banyak mata air dari patahan aquifer. Cekungan inilah yang dikenal sebagai Rawapening. Rawa ini menjadi sumber air utama Sungai Tuntang, yang bermuara ke Laut Jawa. Nah. Pada tahun 1921-1923, Pemerintah Hindia Belanda membendung aliran air yang keluar dari Rawapening, dengan membangun Bendung Gerak Jelok (lebar 43,25 m dengan 6 pintu radial) pada bagian hulu Sungai Tuntang, untuk dialirkan ke turbin PLTA Jelok dan Timo yang berkapasitas 25 MW.

Namun Tahukah Sobat Jalan Lingkar Ambarawa?

Akhir-akhir ini JLA (Jalan Lingkar Ambarawa) memang menjadi sorotan publik karen keindahan dan keasriannya. Banyak netizen yang memposting foto maupun video sekitar JLA, sehingga viral di media sosial. JLA memang dibuat untuk mereda kemacetan menuju Pasar Ambarawa dengan panjang lintasan sekitar 7 km. Selain itu di kawasan JLA masih sangat sejuk, asri, terdapat hamparan persawahan nan luas, pemandangan bukit dan pegunungan yang megah berdiri seperti berada di ujung jalan.

Adapun beberapa tampilan JLA yang sangat memesona sbb:

Baca juga: Megahnya Gunung Batu Jonggol di Bogor

One thought on “Pesona Keindahan JLA (Jalan Lingkar Ambarawa) Viral di Media Sosial”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *