Ketika kita berkunjung di Candi Sukuh, ,mungkin kita bertanya-tanya akan keberadaan araca kura-kura di depan bangunan utama. Arca kura-kura ini memang menjadi ciri khas Candi Sukuh. Arca kura-kura ini berhubungan dengan cerita Samudramanthana. Cerita ini berkisah tentang pencaharian air amarta atau air yang dapat menghindarkan tua dan dapat menghidupkan yang mati dengan cara mengaduk lautan. Gunung Mandara dipakai sebagai pengaduknya. Dewa Wisnu berubah menjadi seekor kura-kura dan menopang Gunung Mandara. Betara Wasuki menjadi ular besar dan panjang membelit Gunung Mandara. Kepalanya ditarik oleh Daitya sedangkan ekornya ditarik.oleh para dewa secara bergantian sehingga Gunung Mandara berputar.

Dalam kisah Samudramanthana juga diceritakan taruhan antara kedua istri Kasyapa yaitu Kadru dan Winata pada pengadukan lautan susu untuk mencari air amarta atau air kehidupan.. Kadru menebak bahwa ekor kuda pembawa air amarta yang akan keluar dari lautan susu berwarna hitam, sedangkan Winata menebak ekor kuda itu berwarna putih. Ternyata kuda yang membawa air amarta berwarna putih. Tetapi anak-anak Kadru yang berwujud ular menyemburkan bisanya sehingga warna ekornya berubah menjadi hitam. Walupun bertindak curang Kadru menang dalam taruhan. Kemudian Winata dijadikan budak oleh Kadru.

Proses pengadukan air susu ini digambarkan dengan komponen bangunan di Candi Sukuh yaitu di halaman ketiga. Di halaman ini terdapat bangunan induk dan arca kura-kura. Dalam proses pengadukan air susu, Gunung Mandara digunakan sebagai alat penggaduk yang diputar oleh Naga Basuki. Gunung Mandara disimbolisasikan dengan bangunan induk Candi Sukuh. Kura-kura Akupa yang merupakan penjelmaan Wisnu menyelam ke dasar laut menjadi pondasi agar Gunung Mandara tidak tenggelam. Kura-kura ini disimbolisasikan melalui arca kura-kura yang terletak persis di sisi barat atau di depan Candi utama.

Referensi:

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjateng/penggambaran-cerita-samudramanthana-di-candi-sukuh-dan-arca-kura-kura/

One thought on “Penggambaran Cerita Samudramanthana di Candi Sukuh dan Arca Kura-Kura”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *