Ada yang pernah mendengar nama Gunung Batu Daya? Atau berkunjung ke kawasn ini?

Sobat, Gunung Batu Daya merupakan salah satu pesona alam Indonesia di Kalimantan Barat. Selain pesonanya yang indah gunung ini juga menyimpan segudang potensi wisata dengan mitos dan kearifan lokal masyarakat sekitarnya. Maka tak heran Gunung Batu Daya sejak dahulu dikeramatkan oleh masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar juga percaya gunung ini bentuknya bisa berubah-ubah, kadang mirip Kura-kura, kadang juga mirip Punggung Onta. Sangat menarik bukan!

Adalah Marcus Adon, yang merupakan salah satu warga masyarakat dusun Keranji, Desa Batu Daya menuturkan sekaligus mengungkapkan kekhawatirannya akan nasib dan keberadaan dari Bukit Batu Daya saat ini. Menurut Adon, nasib Gunung Batu Daya kini sudah semakin terhimpit namun juga menangis karena penopang di sisi kiri dan kanan berupa hutan di sekitaran bukitnya dipastikan sudah semakin berkurang menjelang habis karena pembukaan lahan Kelapa Sawit oleh beberapa perusahaan yg tak kunjung henti.

Harapan kami sahabat indoflashlight semoga kawasan Gunung Batu Daya semakin diperhatikan pemerintah setempat untuk menolak perizinan pembukaan lahan Kelapa Sawit agar hutan di sekitar gunung ini tetap lestari. Apa iya se isi Kalimantan dipenuhi Kebun Kelapa Sawit? Hutan yang menjadi penyangga air, penyuplai oksigen, pembersih udara dan penyelamat bumi di singkirkan begitu saja.

Jika kita berfikir maju, Indonesia bisa maju kok melalui sektor wisata tanpa merubah hutan menjadi lahan Kelapa Sawit. Tinggal pengelolaanya belum tersentralisasi dengan baik. Tidak perlu saling menyalahkan karena ini tugas dan kewajiban kita bersama menjaga, melestarikan serta berkampanye melindungi hutan Indonesia. Hanya saja perlu adanya keterbukaan hukum, peningkatan hukum, kedermawanan pemimpin yang mau mendengarkan suara rakyat kecil yg menginginkan Hutannya tetap lestari.

Lihat juga: Pesona Air Terjun Segenter Bak Serpihan Surga yang Tertinggal

One thought on “Nasib Gunung Batu Daya di Tengah Mengganasnya Pembukaan Lahan Kelapa Sawit”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *