Diperbarui: 03/04/2019 [Setiap info terbaru akan terus kami update]

Wisata – Lembah Harau, salah satu karya Tuhan yang berada di Tanah Sumatera. Lembah ini bukan sekedar Lembah, karena di tempat ini akan di jumpai setidaknya Lima Air Terjun yang mengalir langsung dari puncak tebing Lembah. Lembah ini terbentuk jutaan tahun lalu dengan keindahannya yang mampu menghipnotis mata.

Sampai sekarang Lembah ini masih tetap asri, terlihat dari pepohonan yang tumbuh hijau di sekitarnya. Jika sahabat berkunjung ke Sumbar mungkin mengunjungi Lembah Harau adalah pilihan yang tepat. Karena keindahan Lembah ini akan mengukir sejarah kenangan yang takkan terlupakan.

Menurut beberapa website nasional dan internasional, Lembah Harau digadang-gadang sebagai lembah terindah di Indonesia. Namun kali ini kami menyebut Lembah Harau adalah “Salah Satu Lembah Terindah di Dunia”, bukan tanpa alasan tapi karena memang layak dikatakan terindah, melihat wisata, alam dan tempatnya yang sungguh menakjubkan. Berikut kami ulas mengenai lokasi lengkap, tiket masuk terbaru, rute dll.

Lihat juga: Situs Megalitikum Gunung Padang Lebih Tua dari Piramida Giza di Mesir

Skor untuk Lembah Harau

Dari 100% poin, setelah kami perhitungkan Wisata Lembah Harau mendapatkan skor: 99% dan sangat kami rekomendasikan.

Sejarah dan Pengenalan Singkat Lembah Harau

Lembah Harau adalah sebuah Ngarai dekat kota Payakumbuh di kabupaten Limapuluh Koto, provinsi Sumatra Barat. Lembah Harau diapit dua bukit cadas terjal dengan ketinggian mencapai 150 meter berupa batu pasir yang terjal berwarna-warni, dengan ketinggian 100 sampai 500 meter. Topografi Cagar Alam Harau adalah berbukit-bukit dan bergelombang. Tinggi dari permukaan laut adalah 500 sampai 850 meter, bukit tersebut antara lain adalah Bukit Air Putih, Bukit Jambu, Bukit Singkarak dan Bukit Tarantang. Berjalan menuju Lembah Harau amat menyenangkan. Dengan udara yang masih segar, Anda bisa melihat keindahan alam sekitarnya. Tebing-tebing granit yang menjulang tinggi dengan bentuknya yang unik mengelilingi lembah. Tebing-tebing granit yang terjal ini mempunyai ketinggian 80 meter hingga 300 meter.

Terdapat monumen peninggalan Belanda yang terletak di bawah Air Terjun Sarasah Bunta merupakan bukti kuat bahwa Lembah Harau sudah sering dikunjungi sejak tahun 1926. Menyaksikan hamparan sawah yang indah, itu hal yang sudah biasa. Namun, jika hamparan sawah itu diapit oleh tebing tebing tegak lurus menjulang setinggi sekitar 150 meter hingga 200 meter, orang pasti akan berdecak kagum. Pemandangan itu bisa dilihat di Lembah Harau, Keindahan masih bertebaran di dataran tingginya. Di sana ada cagar alam dan suaka margasatwa. Lembah Harau seluas 270,5 hektare/2.705km² . Tempat ini ditetapkan sebagai Cagar Alam sejak 10 Januari 1993.

Di cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau terdapat berbagai spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi yang dilindungi, plus sejumlah binatang langka asli Sumatra. Monyet ekor panjang (Macaca fascirulatis) merupakan hewan yang kerap terlihat di kawasan ini. Kawasan Objek wisata Lembah Harau ini terdiri dari 3 (tiga) kawasan, yaitu Resort Aka Barayu, Resort Sarasah Bunta, dan Resort Rimbo Piobang.

Mitologi Lembah Harau

Mitologi I : Jika dikaitkan dengan bahasa lokal Harau berarti ‘Parau’ atau bersuara serak. Konon katanya pada zaman dahulu penduduk yang tinggal di atas Bukit Jambu (salah satu bukit di Harau) sering terkena bencana banjir dan longsor sehingga menyebapkan kepanikan. Mereka sering berteriak-teriak histeris sehingga lama-lama suara mereka menjadi Parau.

Mitologi II : Sedangkan legenda lain yang populer di masyarakat setempat mengenai terbentuknya Harau adalah legenda Puti Sari Banilai. Di masa lalu, berlayarlah Maulana Kari, Raja Hindustan bersama permaisuri Sari Banun untuk merayakan pertunangan anaknya Sari Banilai dengan Bujang Juaro. Sebelum berlayar, dua anak manusia ini bersumpah jika Sari Banilai mengingkari janji pertunangan, dia disumpah menjadi batu. Sebaliknya, jika Bujang Juaro yang ingkar janji, maka dia disumpah menjadi ular naga.

Kapal yang membawa Maulana Kari, Sari Banun, dan Sari Banilai terbawa arus dan terjepit di antara dua bukit besar. Agar tidak hanyut, Maulana Kari menambatkan sebuah batu yang kelak dikenal dengan Batu Tambatan Kapal. Kapal layar ini selamat. Rajo Darah Putiah yang berkuasa di kawasan Lembah Harau waktu itu mengizinkan keluarga Maulana Kari menetap. Sedangkan di negri lainnya Raja Hindustan ini sudah pasrah tidak mungkin kembali. Karena tidak mengetahui sumpah putrinya, dia berinisiatif menikahkan Sari Banilai dengan Rambun Pade, pemuda Harau. Dari pernikahan tersebut lahirlah seorang anak yang sangat disayang oleh Maulana Kari dan Sari Banun.

Suatu hari, mainan si anak jatuh ke dalam laut dan dia memanggil ibunya untuk mengambil mainan. Sari Banilai melompat ke laut untuk mengambil dan dia terhanyut karena ombak sedang besar. Sari Banilai terseret hingga terjepit di antara dua batu besar lalu berdoa agar air segera surut. Sari Banilai yang teringat sumpahnya khawatir dia bakal dikutuk menjadi batu. Sambil berdoa kepada Tuhan, dia minta dibawakan perlengkapan rumah tangga dan diletakkan di samping batu yang menjepitnya.

Lambat laun kaki Sari Banilai membeku dan menjadi batu. Begitupun bagian tubuh yang lain. Batu yang berbentuk seorang ibu sedang menggendong anak di salah satu bagian di Lembah Harau itu diyakini sebagai Sari Banilai yang termakan sumpahnya. Cerita yang masih hidup di tengah masyarakat Lembah Harau itu dikenal sebagai Randai Sari Banilai dan kemudian menjadi salah satu kesenian tradisional masyarakat Lembah Harau.

Penelitain Geologi Lembah Harau

Menurut beberapa ahli geologi dahulunya lembah harau merupakan sebuah lautan, hal tersebut di dukung dengan banyak ditemukannya berbagai endapan yang belum terganggu berada di daratan karenanya secara teoritis bisa disimpulkan daerah itu dahulunya laut. Hal tersebut diperkuat oleh temuan dari survey team geologi Jerman (Barat) yang meneliti jenis bebatuan yang terdapat di Lembah Harau pada tahun 1980.

Dari hasil survey team tersebut dapat diketahui bahwa batuan yang ada di perbukitan Lembah Harau adalah batuan Breksi dan Konglomerat yang merupakan jenis bebatuan yang umumnya terdapat di dasar laut.

Terbentuknya Lembah Harau dikarenakan adanya patahan turun atau block yang turun membentuk lembah yang cukup luas dan datar. Salah satu tanda-tanda atau untuk melihat dimana lokasi patahannya adalah dengan adanya air terjun. Ini artinya dahulu ada sungai yang kemudian terpotong akibat adanya patahan turun, sehingga membentuk air terjun.

Secara geologi, batuan yang ada disitu berumur cukup tua, kira-kira 30-40 juta tahun. Batuan seumur ini yang sangat halus berupa serpih (besar butir lebih kecil dari pasir 1/16 mm) yang merupakan batuan yang banyak mengandung organic carbon, yaitu batuan yang terbentuk dari sisa-sisa organisme.

Lokasi Lengkap Lembah Harau

Alamat: Lembah Harau, Kecamatan Harau, Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Koto, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia (Luas: 11.2 hektar)

Rute Menuju Lembah Harau

  • Tidak sulit jika ingin berkunjung ke Lembah Harau, dari Payakumbuh jarak Lembah Harau sekitar 16-17 km, sementara dari Bukittinggi berjarak 46-47 km.
  • Jika dari Bukittingi, maka bisa langsung menuju Kota Payukumbuh
  • Dari Payukumbuh sobat bisa langsung menuju Lembah Haru dengan jarak sekitar 15 menit, tergantung kecepatan berkendara
  • Menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat sangat bisa digunakan jika ingin berkunjung ke Lembah Harau karena jalannya sangat bagus.

Karena Lembah Harau sangat pas lokasinya dengan “Air Terjun Lembah Haru, jadi kami tampilkan Peta Lokasinya sbb:

Jam Buka Lembah Harau

Untuk jam buka menuju Lembah Harau 24 jam, namun di beberapa spot biasanya buka dari jam 09:00 pagi hingga jam 05:30 sore.

Tiket Masuk Wisata Lembah Harau

  • Memasuki kawasan wisata Lembah Harau, salah satunya kampung Eropa sobat akan dikenakan biaya Rp10.000,00 / orang termasuk parkir. Biasanya akan dikenakan juga biaya kebersihan sebesar Rp5.000,000 / orang.
  • Untuk menikmati spot lainnya biasnya ada harga tersendiri mulai dari Rp5.000,00 hingga Rp25.000,00 (Opsional)
  • Namun jika ingin menikmati suasana air terjun sobat akan mendatangi tempat berbeda, namun masih berdekatan, biasnya hanya bayar parkir Rp5.000,000 / unit dan orang.

Fasilitas di Wisata Lembah Harau

Saat ini di Lembah Harau semakin berkembang, karena pemda semakin memperhatiakan tempat wisata indah ini.

  • Fasilitas di Kampung Eropa Lembah Harau berupa banyaknya tempat selfie yang cukup instagramable
  • Mushalla di bahwah tebing
  • Sungai jernih dengan fasilitas saman perahu
  • Spot balon udara cantik buat berfoto
  • Sepeda air dan sepeda gantung
  • Rumah barbie dan Eropa
  • Spot climbing dan outbond
  • Tempat mandi + ganti baju
  • Lahan parkir yang cukup luas

Air Terjun di Lembah Harau

Terdapat lima air terjun di sekitar Lembah Harau diaantaranya:

  • Air Terjun Aka Barayun
  • Sarasah Donat
  • Sarasah Boenta
  • Sarasah Talang
  • Sarasah Murai

Berikut beberapa tampilannya:

Mengenai ketinggian masing-masing air terjun bervariasi, air terjun ini mengalir langsung dari atas tebing yang membentang di sepanjang Lembah Harau.

Penginapan di Kawasan Lembah Harau

Sobat jangan khawatir karena di sekitar Lembah Harau banyak penginapan, terutama buat sobat yang tidak puas hanya satu hari di Lembah Harau. Berikut beberapa pilihannya, sbb:

Penginapan Populer di Sekitar Lembah Harau

Untuk rate termurah kami rekomendasikan Abdi Homestay hanya sekitar Rp150.000,00 sampai Rp200.000,00 / malam (harga bisa saja berubah)

Tips Berkunjung ke Lembah Harau

  • Datang saat musim kemarau, karena debit air akan stabil dan semakin jernih
  • Bawa uang saku minimal Rp50.000,000 untuk jaga-jaga
  • Jangan bawa perhiasan untuk keamanan
  • Bawa power bank karena spotnya sangat kerena untuk di abadikan, kalau habis batrai kan sia-sia, biar ada kenangan juga
  • Buat encinta landscape atau fotography tempat ini sangat kami rekomendasikan, jadi bawa perlengkapan shootnya.

Galery Sekitar Lembah Harau

Informasi dan Narasumber

  1. Beberapa isi Galery dari: Tomy Budiarto, Gilang Perdana, Lia Rahmadani, Desy Harlina J. Achmad Syukri, M.Joni, M. Catur Nugraha dan Karina Sulistio
  2. Drone pilot: Al Glory (VCM), dan beberapa narasumber pemandu wisata yang pernah berkunjung ke Lembah Harau.

Lihat juga: Pesona Air Terjun Segenter Bak Serpihan Surga yang Tertinggal

2 thoughts on “Lembah Harau Salah Satu Lembah Terindah di Dunia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *