Satwa – Kabupaten Aceh Besar memiliki pantai berpasir hampir di sepanjang pesisirnya. Kondisi ini mengindikasikan beberapa penyu mendarat dan bertelur di beberapa lokasi, termasuk diantaranya pantai Kuala Cut Lampuuk di kecamatan Lhok Nga.

Dkutip dari situs resmi BPSLP Padang (Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Padang) Kelompok Pemerhati Penyu Lampuuk diinisiasi oleh Wahyudi, pemuda asli Aceh bersama beberapa pemuda peduli lingkungan yang dilakukan dengan swadaya. Kelompok mengambil tempat di tanah warga yang dipinjamkan sebagian lokasi peneluran dan pelepasliaran tukik. Saat ini kelompok terdiri dari 10 orang anggota inti dan sekitar 20an orang sukarelawan.

Baca juga: Pesut Sang Penghuni Terakhir Sungai Mahakam Terancam Punah

Kelompok Konservasi Penyu Lampuuk saat ini telah memiliki legalitas berupa SK Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Prpinsi Aceh Nomor: SK. 523/2315/2/2017 Tentang Tim Pengelola Kawasan Konservasi Penyu Lampuuk Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar.

Lokasi Konservasi

Kelompok Konservasi Penyu Lampuuk mengambil tempat di pantai Lampuuk, kecamatan Lhok Nga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Kelompok ini menempati lahan warga yang berada di sekitar kawasan wisata Lampuuk. Kelompok melakukan pengawasan pantai sepanjang kurang lebih 5 kilometer hingga pantai Langeek pada musim peneluran penyu. Masih tingginya minat oknum warga mengkonsumsi telur sehingga lokasi rentan kehilangan telur penyu untuk direlokasi dan dilepasliarkan.

Lokasi tidak terlalu jauh dari Banda Aceh, lebih kurang 30 menit dan lokasi berad di kawasan wisata pantai Lampuuk.

Aktifitas Konservasi

Kelompok pernah mendapatkan bantuan shelter-shelter untuk pengawasan dari DKP Aceh Besar yang terbuat dari besi dan kayu, namun saat ini sudah karatan dan bocor. Kelompok memiliki tempat untuk diskusi dan memajang hasil kegiatan dalam bentuk pameran gambar di papan pengumuman. Kelompok juga memiliki lahan peneluran telur penyu dan bangunan perlindungan sementara tukik sebelum dilepasliarkan.

Kelompok Konservasi Penyu Lampuuk aktif melakukan pengawasan dan pemindahan lokasi telur penyu untuk memudahkan melakukan pengawasan hingga telur menetas dan melepasliarkan tukik. Kelompok secara rutin melakukan pelepasliaran tukik saat musimnya. Pelepasliaran biasanya diumumkan secara luas sehingga banyak turis lokal maupun mancanegara dapat ikut serta meramaikan kegiatan. Sekaligus penggalangan dana untuk operasional kelompok di tahun berikutnya. Operasional kelompok diperoleh dari penjualan kaos T-shirt setidaknya 24 buah dan penjualan stiker setidaknya 100 lembar (titip stiker mobil) saat hari pelepasan tukik dan banyak wisatawan. Salam Lestari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *