Mandar Dengkur (Aramidopsis plateni) dikenal dalam bahasa Inggris: (snoring rail, Celebes rail, Platen’s rail) adalah burung Rallidae besar tak terbang, satu-satunya anggota dari genus Aramidopsis. Burung ini endemik di Indonesia yang ditemukan di vegetasi yang lebat di daerah basah dari Sulawesi dan Buton di dekatnya.

Burung ini memiliki bagian bawah abu-abu, dagu putih, sayap coklat, dan belang berwarna karat pada leher belakang. Kedua jenis kelamin hampir sama, tetapi betina memiliki belang pada leher dan paruh berwarna cerah dan selaput pelangi yang berbeda warna.

Habitatnya yang tidak dapat diakses dan alam terpencil berarti bahwa mandar dengkur jarang terlihat dan sedikit yang diketahui tentang perilakunya. Hanya bulu dewasa yang telah dideskripsikan, dan perilaku pembiakannya tidak tercatat. Burung ini memakan kepiting kecil dan mungkin mangsa kecil lain seperti kadal.

Meskipun dilindungi oleh hukum Indonesia sejak tahun 1972, burung ini terancam oleh hilangnya habitat (bahkan di dalam cagar alam), perburuan makanan dan predasi oleh spesies pendatang; oleh karena itu dievaluasi sebagai spesies rentan pada Daftar Merah Spesies Terancam IUCN.

Satwa ini dilindungi berdasarkan Peraturan menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 92/MENLHK/SETJEN/KUM.1.6/2018, tentang perubahan atas peraturan menteri LKH nomor P.20/MENLHK/STJEN/KUM.1/6/2018, tenteng jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

PERHATIAN!

Dilarang keras menangkap, membru, melukai, membunuh, nenyimpan, memiliki, nemelihara, mengangkut, dan memperjual belikan satwa endemik ini karena dilindungi undang-undang no. 05 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam Hayati dan ekosistemnya.

Baca juga: Fauna Identitas (Maskot) Provinsi Riau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *