Satwa – Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur Ayu Dewi Utari mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan langsung di alam sepanjang 2013-2016, populasi banteng jawa mengalami penurunan dan kondisi ini mengkhawatirkan.

Berdasarkan pemantauan banteng dilakukan di Hutan Lindung Londo Lampesan (Kabupaten Jember), Hutan Lindung Lebakharjo (Kabupaten Malang), serta Perkebunan Trebasala di Kabupaten Banyuwangi.

Hasilnya, banteng yang terpantau pada 2013 berjumlah 50 ekor. Jumlah banteng terpantau berkurang jadi 47 ekor pada 2014, lalu berkurang lagi pada 2015 dan 2016, masing-masing tinggal 39 dan 22 ekor. Kemudian di tahun 2017 tersisa sebanyak 28 ekor.

Baca juga: 10 Mamalia Darat (Bovidae, Canidae, Cervidae) yang di Lindungi Undang-Undang

Penurunan populasi banteng karena habitatnya terdesak oleh kehadiran perkebunan. Secara alamiah, populasi banteng juga berkurang karena dimangsa kawanan ajag (Cuon alpinus), anjing hutan yang fisiknya hampir mirip dengan serigala atau Canis lupus.

Sobat, Banteng Jawa juga masuk ke dalam 921 satwa dan tumbuhan yang dilindungi di Indonesia, berdasarkan press release tahun 2018. Semoga satwa langka ini tetap lestari dan tidak menjadi tinggal kenangan.

Baca juga: Orangutan Samir di Temukan dengan Kondisi Luka di Keningnya

One thought on “Banteng Jawa (Bos Javanicus) Terancam Punah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *