Perhatian: Artikel ini akan tetap diperbarui jika ada informasi terkini

Satwa – Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20/ Menlhk/ Setjen/ Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang dilindungi. Terdapat 3 (tiga jenis) Orangutan yang dilindungi Undang-Undang. Di antaranya:

Berikut pembahasan memuat spesifikasi dan habitat Orangutan berdasarkan spesies di tabel.

Orangutan Sumatera (Pongo Abelii)

Orangutan Sumatera (Pongo Abelli) merupakan salah satu spesies Orangutan yang langka. Orangutan Sumatera lebih kecil daripada Orangutan Kalimantan.

Oangutan Sumatera (Pongo Abelii) / Foto: Rado Riza

Tinggi: Jantan: 1,2 – 1,4 m (Dewasa, di alam bebas), Betina: 100 – 120 cm (Dewasa, di alam bebas)

Berat: Jantan: 50 – 100 kg (Dewasa, di alam bebas), Betina: 30 – 50 kg (Dewasa, di alam bebas)

Habitat Orangutan Sumatera (Pongo Abelii)

Kawasan hutan Batang Toru, Sumatera Utara, telah diidentifikasi sebagai salah satu unit habitat Orangutan Sumatera yang menjadi perioritas utama dengan upaya konservasi. Upaya ini masih terus dikerjakan oleh pemerintah dan semua pihak terkait dengan melibatkan lembaga konservasi dan masyarakat setempat dengan maksud untuk menyediakan sebanyak-banyaknya informasi tentang keberadaan populasi Orangutan Sumatera.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka penelitian habitat dan populasi Orangutan di kawasan ini telah dilakukan selama bulan Oktober 2007 sampai dengan Januari 2008 dengan tujuan untuk menganalisis:

  1. Struktur dan komposisi vegetasi serta sebaran pohon (termasuk pohon sumber pakan dan tempat bersarang)
  2. Perkiraan jumlah kepadatan dan populasi Orangutan dan
  3. Faktor-faktor ancaman bagi keberadaan dan kelangsungan hidup Orangutan Sumatera di kawasan hutan Batang Toru.

Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus)

Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) adalah spesies Orangutan asli pulau Kalimantan. Bersama dengan orangutan Sumatera yang lebih kecil, orangutan Kalimantan masuk ke dalam Genus Pongo yang dapat ditemui di Asia.

Ongutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) / Foto: Shutterstock

Tinggi: Jantan: 1,2 – 1,4 m (Dewasa, Di alam bebas), Betina: 100 – 120 cm (Dewasa, di alam bebas)

Berat: Jantan: 50 – 100 kg (Dewasa, di alam bebas), Betina: 30 – 50 kg (Dewasa, di alam bebas)

Habitat Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus)

Orangutan Kalimantan lebih banyak ditemukan di hutan dataran rendah (di bawah 500 m diatas permukaan laut) dibandingkan di dataran tinggi. Hutan dan lahan gambut merupakan pusat dari daerah jelajah orangutan, karena lebih banyak menghasilkan tanaman berbuah besar dibandingkan dengan hutan Dipterocarpaceae yang kering dan banyak mempunyai pohon-pohon tinggi berkayu besar, seperti Keruing. Orangutan Borneo sangat rentan dengan gangguan di habitatnya, meskipun P.p. morio menunjukkan toleransi yang relatif tak terduga mengenai degradasi habitat di bagian utara Pulau Borneo.

Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis)

Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis) di nobatkan sebagai spesies Orangutan ketiga setelah Pongo Pygmaeus (Orangutan Kalimantan) dan Pongo Abelii (Orangutan Sumatera). Orangutan Tapanuli menjadi tambahan spesies baru di kelompok kera raksasa dalam kurun waktu satu abad terakhir.

Ongutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis) / Foto: Victoria Gill

Tinggi: Jantan, sekitar: 1,2 – 1,5 m (Dewasa, di alam bebas), Betina, sekitar: 100 – 130 cm (Dewasa, di alam bebas)

Berat: Jantan, sekitar: 45 – 100 kg (Dewasa, di alam bebas), Betina, sekitar: 35 – 55 kg (Dewasa, di alam bebas)

Habitat Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis)

Hutan Hutaimbaru di Kecamatan Padang Sidempuan Hutaimbaru, Padang Sidempuan dan Hutan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara merupakan habitat Orangutan Tapanuli. Namun sayang di Batang Toru dibangun PLTA Batang Toru yang semakin membuat sempit habitat Orangutan Tapanuli. Menurut data, Orangutan Tapanuli populasinya sangat terancam punah (kritis).

Himbauan

PERHATIAN!
DILARANG KERAS MEMBURU, MEMELIHARA, MENYIKSA, MEMPERJUAL BELIKAN SATWA LANGKA DAN DI LINDUNGI INI UNTUK KEPENTINGAN INDIVIDU

Yang melanggar peraturan akan dikenakan:

  1. Pasal 1 Angka 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (“UU 5/1990”) memberikan definisi satwa, yakni semua jenis sumber daya alam hewani yang hidup di darat dan/atau di air, dan/atau di udara.
  2. Kemudian, Pasal 20 ayat (1) UU 5/1990 menggolongkan jenis satwa, yang selengkapnya pasal tersebut berbunyi: “Tumbuhan dan satwa digolongkan dalam jenis: a. Tumbuhan dan satwa yang dilindungi; b. Tumbuhan dan satwa yang tidak dilindungi.”
  3. Pasal 4 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa (“PP 7/1999”) bahwa satwa yang dilindungi adalah sebagaimana terlampir dalam Peraturan Pemerintah
  4. Pasal 21 ayat (2) UU 5/1990.

Sanksi Pidana:

Sanksi pidana bagi orang yang sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) adalah pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) (Pasal 40 ayat [2] UU 5/1990)

Salam lestari.

One thought on “Ada Tiga Spesies Orangutan yang dilindungi Undang – Undang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *