Satwa – Berdasarkan Pess Release 2018 Lalu, Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan Dan Satwa Yang Dilindungi.

Adapun Satwa dan tumbuhan yang dilindungi sebanyak 921 kemudian dikategorikan kedalam spesiesnya masing-masing.

Pada postingan ini INDOFLASHLIGHT rilis mengenai satwa yang dilindungi, dalam kategori Mamalia di antaranya:

  • BOVIDAE (Banteng, Anoa, Kambing Hutan),
  • CANIDAE (Anjing Hutan),
  • CERVIDAE (Rusa, Kijang) yang di lindungi undang-undang.

Di video ini kamikelompokkan menjadi 10 Mamalia bagian I (Pertama), sbb:

  1. Bos Javanicus (Banteng Jawa) BOVIDAE
  2. Bubalus Depressicornis (Anoa Dataran Rendah) BOVIDAE
  3. Bubalus Quarlesi (Anoa Gunung) BOVIDAE
  4. Capricornis Sumatraensis (Kambing Hutan Sumatera) BOVIDAE
  5. Cuon Alpinus (Anjing Ajag) CANIDAE
  6. Axis Kuhlii (Rusa Bawean) CERVIDAE
  7. Muntiacus Muntjak (Kijang Muncak) CERVIDAE
  8. Muntiacus Atherodes (Kijang Kuning) CERVIDAE
  9. Rusa Timorensis (Rusa Timor) CERVIDAE
  10. Rusa Unicolor (Rusa Sambar) CERVIDAE

Lihat juga: 921 Satwa dan Tumbuhan yang di Lindungi Undang-Undang (Terlengkap)

Mari mengenali satwa dan tumbuhan yang dilindungi UU, agar kita semua paham dan tidak ketinggalan informasi. Bukan tanpa sebab satwa dan tumbuhan ini dilindungi, karena memang populasinya yang terancam punah dan hanya bisa di temukan di beberapa daerah.

PERHATIAN!
DILARANG KERAS MEMBURU, MEMELIHARA, MENYIKSA, MEMPERJUAL BELIKAN SATWA LANGKA DAN DI LINDUNGI INI UNTUK KEPENTINGAN INDIVIDU

Yang melanggar peraturan akan dikenakan:

  1. Pasal 1 Angka 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (“UU 5/1990”) memberikan definisi satwa, yakni semua jenis sumber daya alam hewani yang hidup di darat dan/atau di air, dan/atau di udara.
  2. Kemudian, Pasal 20 ayat (1) UU 5/1990 menggolongkan jenis satwa, yang selengkapnya pasal tersebut berbunyi:
    “Tumbuhan dan satwa digolongkan dalam jenis:
    a. Tumbuhan dan satwa yang dilindungi;
    b. Tumbuhan dan satwa yang tidak dilindungi.”
  3. Pasal 4 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa (“PP 7/1999”) bahwa satwa yang dilindungi adalah sebagaimana terlampir dalam Peraturan Pemerintah
  4. Pasal 21 ayat (2) UU 5/1990.

Sanksi Pidana:

Sanksi pidana bagi orang yang sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) adalah pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) (Pasal 40 ayat [2] UU 5/1990)

Salam lestari.

Baca juga: Populasi Orangutan Saat Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *