Sejarah – Situs Gunung Padang yang terletak di Kelurahan Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Cianjur, Jawa Barat ini terbentang diatas lahan seluas 291.800 m2. Gunung Padang merupakan tinggalan megalitik punden berundak 5 (lima) yang disusun dari batuan kekar kolom (columnar joint). Keberadaan Gunung Padang dilaporkan pertama kali oleh Nicolaas Johannes Krom dalam Rapporten Oudheidkundige Dienst pada tahun 1914.

Di atas merupakan tabel “Data Cagar Budaya” Situs Gunung Padang

Krom melaporkan bahwa di puncak Gunung Padang yang berdekatan dengan Gunung Melati terdapat empat teras yang disusun dari batu kasar dan dihiasi batu andesit berbentuk lingga. Di setiap teras terdapat gundukan tanah yang ditimbuni batu. Berdasarkan naskah Sunda Kuno, tempat suci semacam ini disebut dengan “kabuyutan”. Meski berasal dari masa prasejarah, tradisi megalitik ini terus berlanjut hingga masa Hindu-Buddha.

Dari serangkaian penelitian yang telah dilakukan di situs tersebut, diketahui bahwa Gunung Padang dibangun antara abad IV-XVI oleh masyarakat penganut tradisi megalitik. Hal ini juga diperkuat dari hasil uji karbon (carbon dating – C14) yang menghasilkan pertanggalan relatif, bahwa Situs Gunung Padang dibangun pada sekitar 500-200 tahun SM. Berdasarkan uji carbon dating tersebut, G0unung Padang diperkirakan sebagai tinggalan megalitik tertua dan terbesar di Indonesia.

Penampang Geolistrik Bentuk Kujang di Gunung Padang / Foto:Kliwon
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 139/M/1998, lahan tempat struktur utama dimiliki oleh negara seluas 17.196,52 m² dan lahan disekitarnya dimiliki dan/atau dikuasai oleh masyarakat maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Tinggalan Megalitik Gunung Padang dan lingkungannya seluas 17.196,52 m² yang dikuasai oleh negara tersebut berada dibawah pengelolaan Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan [1].

PENELITIAN

Nicolaas Johannes Krom

Laporan pertama mengenai keberadaan situs ini dimuat pada Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, ” Buletin Dinas Kepurbakalaan”) tahun 1914. Sejarawan Belanda, N. J. Krom juga telah menyinggungnya pada tahun 1949. 

Setelah sempat “terlupakan”, pada tahun 1979 ditemukan kembali oleh penduduk setempat berupa situs bebatuan yang bertumpuk – tumpuk serta ada beberapa batu yang diduga merupakan alat musik / gamelan pada masa itu karena batu tersebut mengelurkan nada bunyi

Sejak Maret 2011, tim peneliti Katastrofi Purba melakukan survei untuk melihat aktifitas sesar aktif Cimandiri yang melintas dari Pelabuhan Ratu sampai Padalarang melewati Gunung Padang. 
Ketika tim melakukan survei bawah permukaan Gunung Padang diketahui tidak ada intrusi magma, kemudian penelitian dilakukan dengan metodologi geofisika, yakni geolistrik, georadar, dan geomagnet di kawasan Situs tersebut. Hasilnya, semakin meyakinkan bahwa Gunung Padang sebuah bukit yang dibuat atau dibentuk oleh manusia (man-made).
Penggalian Situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, Indonesia

Hasil uji Carbon Dating, C14 di Laboratorium bertarap Internasional Beta Miami, di Florida AS, menerangkan bahwa karbon dari pengeboran kedalaman 5 meter sampai dengan 12 meter berusia 14.500-25.000 tahun. Dapat disimpulkan bahwa bangunan di bawah permukaan situs Gunung Padang terbukti secara ilmiah lebih tua dari Piramida Giza di Mesir yang hanya berusia 2.500 SM.

Untuk lebih meyakinkan penelitian masih terus dilakukan sampai saat ini. Believe or not penelitian berikutnya akan membuktikan fakta Situs Gunung Padang & ini membuktikan bahwa Indonesia sudah berjaya sejak zaman nenek moyang.
 

1. Hasil Laboratorium Beta Analytic Miami
Hasil mengejutkan dan konsisten dikeluarkan oleh laboratorium Beta Analytic Miami, Florida,minggu lalu tambahnya di mana umur dari lapisan dari kedalaman sekitar 5 meter sampai 12 meter bada bor 2 umurnya sekitar 14500 – 23000 SM/atau lebih tua. Sementara beberapa sample konsisten dengan apa yg di lakukan di Lab BATAN. Kita tahu laboratorium di Miami Florida ini bertaraf internasional yang kerap menjadi rujukan berbagai riset dunia terutama terkait carbon dating.

Kedua laboratorium ini menjawab keraguan banyak pihak atas uji sampel di laboratorium BATAN. Sebelumnya,tim riset terpadu mandiri telah melakukan uji terkait usia Gunung Padang di laboratorium BATAN, namun tidak banyak respon positif, bahkan meragukannya. Padahal hasil yang diperoleh oleh kedua laboratorium itu tidak banyak berbeda, Sudah saatnya kita percaya terhadap kemampuan dan kualitas para ilmuwan serta laboratorium nasional seperti BATAN, berikut hasil uji di kedua laboratorium tersebut:

  • Umur dari lapisan tanah di dekat permukaan (60 cm di bawah permukaan) ,sekitar 600 tahun SM (hasil carbon dating dari sampel yg diperoleh Arkeolog, Dr. Ali Akbar,anggota tim riset terpadu di Laboratorium Badan Atom Nasional (BATAN).
  • Umur dari lapisan pasir-kerikil pada kedalaman sekitar 3-4 meter di Bor-1 yang melandasi Situs Gunung Padang di atasnya (sehingga bisa dianggap umur ketika Situs Gunung Padang di lapisan atas dibuat) sekitar 4700 tahun SM atau lebih tua (diambil dari hasil analisis BATAN.
  • Umur lapisan tanah uruk di kedalaman 4 meter diduga man made stuctures (struktur yang dibuat oleh manusia)dengan ruang yang diisi pasir (di kedalaman 8-10 meter) di bawah Teras 5 pada Bor-2,sekitar 7600-7800 SM (Laboratorium BETA Miami, Florida).
  • Umur dari pasir yang mengisi rongga di kedalaman 8-10 meter di Bor-2, sekitar 11.600-an tahun SM atau lebih tua (Lab Batan).
  • Umur dari lapisan dari kedalaman sekitar 5 meter sampai 12 meter,sekitar 14500 – 25000 SM/atau lebih tua (lab BETA Miami Florida)

2. Penelitian Lanjutan
Awal Januari- Maret 2013 Tim Terpadu Riset Mandiri yang dipimpin oleh Dr. Danny Hilman Natawidjaja (ahli kebumian), Dr. Ali Akbar (arkeolog), Dr. Andang Bachtiar(paleosedimentolog) kembali melakukan penelitian dan survei lanjutan, menyatakan bahwa, di bawah permukaan Gunung Padang: Ada struktur geologi tak alamiah, dengan hipotesis Teknologi canggih zaman purba. Untuk membuktikan hal tersebut, dilakukan penggalian arkeologi dan survei geolistrik detil di sekitar penggalian lereng timur bukit, di luar pagar situs cagar budaya.

Tim Dr. Ali Akbar menemukan bukti yang mengkonfirmasi hipotesis tim bahwa di bawah tanah Gunung Padang ada struktur bangunan buatan manusia yang terdiri dari susunan batu kolom andesit, sama seperti struktur teras batu yang sudah tersingkap, dan dijadikan situs budaya di atas bukit. Terlihat di kotak gali permukaan fitur, susunan batu kolom andesit ini sudah tertimbun lapisan tanah setebal setengah sampai dua meter yang bercampur bongkahan pecahan batu kolom andesit. Kotak gali arkeologi tim tersebut memperlihatkan permukaan bangunan yang disusun dari batu-batu kolom andesit yang sudah tertutup oleh lapisan tanah dengan bongkah-bongkah pecaan batuan. Batu kolom ini posisinya memanjang sejajar lapisan.

Batu-batu kolom andesit disusun dengan posisi mendekati horisontal dengan arah memanjang hampir barat-timur (sekitar 70 derajat dari utara ke timur – N 70 E), sama dengan arah susunan batu kolom di dinding timur-barat teras satu, dan undak lereng terjal yang menghubungkan teras satu dengan teras dua. Dari posisi horisontal batu-batu kolom andesit dan arah lapisannya, dapat disimpulkan dengan pasti, bahwa batu-batu kolom atau “columnar joints” ini bukan dalam kondisi alamiah.

Batu-batu kolom hasil pendinginan dan pelapukan batuan lava/intrusi vulkanis di alam maka arah memanjang kolomnya akan tegak lurus terhadap arah lapisan atau aliran seperti ditemukan di banyak tempat di dunia. Kenampakan susunan batu-kolom yang terkuak di kotak gali memang terlihat sangat rapi dan menyerupao kondisi alami.

Di akhir 2012 lalu, tim arkeolog lain yang bekerja terpisah dan sudah ikut menggali menyimpulkan batu-batu kolom andesit di bawah tanah Gunung Padang merupakan sumber batuan alamiahnya, mungkin karena mereka belum mempertimbangkan aspek geologinya dengan lengkap, dan juga tidak mengetahui data struktur bawah permukaan seperti diperlihatkan oleh hasil survei geolistrik.

3. Kondisi Gunung Padang
Saat ini kondisi Situs Gunung Padang mengalami ancaman kerusakan akibat erosi dan tanaman liar yang tumbuh disekitar situs. Banyak batu punden yang lepas, miring, aus, terkelupas, retak, patah, dan jatuh di lereng dan kaki bukit. Ada beberapa bagian dari struktur punden yang menggelembung dan menjorok ke luar sebagai akibat dari genangan air, desakan akar, serta longsor. Terjadi juga pelapukan batuan karena pertumbuhan ganggang, jamur kerak, lumut, dan tumbuhan lainnya. 

Selain faktor alam, ada pula kerusakan yang disebabkan oleh kegiatan pengunjung, misalnya vandalisme, menggores batu dengan benda keras, menduduki, menginjak batu, memukul-mukul batu, menggeser dan memindahkan batu, serta akitivitas wisata lainnya yang tidak terkendali turut serta menyebabkan berubahnya susunan struktur aslinya. Situs Gunung Padang saat ini menjadi destinasi wisata yang penting di Kabupaten Cianjur dengan jumlah kunjungan sedikitnya 200-300 orang per minggu dan meningkat ketika musim liburan sekolah tiba. Di puncak bukit terdapat menara pandang dan beberapa warung milik penduduk sedangkan di kaki bukit terdapat warung, lapangan parkir, dan fasilitas pariwisata lainnya.
Berikut file persentasi dari Penelitian Gunung Padang edisi 2012 – 2013 Oleh Ali Akbar
Referensi:

[\] https://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/public/objek/detailcb/PO2015070700005/gunung-padang

[\] https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=1112242

[\] Situs Gunung Padang : Misteri Dan Arkeologi http://garisbuku.com/shop/situs-gunung-padang-misteri-arkeologi/

4 thoughts on “Penelitian Situs Megalitikum Gunung Padang yang Lebih Tua dari Piramida Giza di Mesir”

  1. Some dogs become sso terrible that you just need to
    set up flags and put the collar on, with no transmitter
    even being plugged in. It will understand youur predicament and may very well
    go against your cat conditioning training. He would also not be able to build
    a physical fence if he lied in a area with zoning rules. https://fencefast.net/

  2. Close astigmatism and imagine yourself within a shiny new sports car for brand-new year.
    It’s not as far frm reality while may think. There are plenty
    of affordable choices to choose ffom in thhe current market aand
    microsoft xbox never been a more perfect in orer to buy than now.

    Pricing is down within a sstill recovering economy therefore the winter
    season upon us people are prepared to yield of theor rides regarding any cheaper price since it iss not peak selling season.

    Most vehicles can bee converted ffor running on electricity, butt it could be better determine
    onn a car that gets a light weight and has enough room foor batteries.
    The first thing you need in ordwr tto is to eliminate
    the gas engine parts and install the electric motor. Some of
    the materials you’ll surdly be abhle need are:
    rechargeable batteries, various nutgs and bolts, fuses, a scr888
    and power conductors. These parts can be discovered at any hardware store and are definitely affordable.

    In the event you hre a repair shp to retrofit your automobile,
    you wkuld have to pay him $3000-$8000. Bit more .
    you conceive to do it yourself, charge ffor the conversion iis actually less than $300 may well pay for itself in two months.

    I built our first solar wind generation sytem foor under $200.00.
    I had no call. We didn’t cash money. Thankfully, the
    previous owners gave tthe ipression to have been thinking
    oof accomplishing solaar wind electricity generation also because lucky for us, had beesn 6 – 6 volt deep
    cycle batteries brand new alfeady relaxing in thee generator house
    ready to go thaat folks got the particular house. Per month
    of larger expenses wwas covered.

    If you have natural light in the classroom, aan amazing idea is actrually by have each studrent earn a small plant.
    Maintaining the plaintiffs along but nnow students gives the classrtoom a warm comforting feeling.
    Share the responsibility of watering the plants with your students.

    26. Connect your switched 12V source to your the red
    ACC wire, run the yellow fused wire towards
    the positive battery terminal and ground black friday 2010 wire into the metal vehicle body.
    I sandsd the contact points where Utilized going to mount the XM receiver to your back dechk
    and it works perfectly as a ground.

    This und aising idea iinvolves annuities; annuities can imply be placed by an authorized
    insurance cause. I would suggest sekecting an insurnce firm from nnot in the organization. Look for agents with aall thee CLU, ChFC or CFP professional designations.

    So, how is iit possible to spot genuine internet arketing gurus?
    You can’t, obtain just strengthen your chances. One can call himself (or herself) a guru, but noot anyone
    mighnt give youu any helpful support. But, if will not need need
    to get 0 sure, then paid membership forums are greatest and most fun way tto
    go. Good joy. http://Chicagolog.net/__media__/js/netsoltrademark.php?d=tunes-interiors.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *