Sejarah – Lembah Bada atau Lembah Napu adalah lembah yang terletak di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Lembah ini adalah bagian dari Taman Nasional Lore Lindu. Jika berkunjung ke Lembah Bada sahabat akan menjumpai puluhan Patung Purbakala yang diperkirakan sudah ada sejak abad 14.

Foto: Google – Lembah Bada pada tahun 1930-an
Di Lembah Bada terdapat banyak patung misterius, salah satunya adalah Patung Palindo. Situs Megalitikum di Lembah Bada ditemukan pertama kali pada tahun 1908. Walaupun penemuan tersebut sudah berlangsung lebih dari 100 tahun. Patung ini di buat sekitar 5000 tahun silam. Menurut Ancient Origins, hingga saat ini tak diketahui siapa yang membuat patung megalit di Lembah Bada.
 
Tujuan dibuatnya situs megalitikum ini belum diketahui pasti. Masyarakat lokal percaya bahwa batu itu dulunya digunakan untuk melakukan “Pemujaan Terhadap Leluhur”. Tak hanya itu, para penduduk juga mempunyai kisah tentang asal-usul terbentuknya megalit tersebut. Beberapa orang juga percaya bahwa batu tersebut dimaksudkan untuk menangkal roh jahat, sementara yang lain mengklaim bahwa benda tersebut memiliki kekuatan supranatural dan mempu menghilang atau berpindah tempat. Palindo, Torompana, Tarae Roe, dan Loga adalah sederet nama pemberian penduduk lokal untuk patung-patung kuno tersebut.
Dalam catatan A.C. Kruyt, pendiri Kota Poso, sebelum kedatangan Belanda tahun 1908 di Lore, masih berlaku orang membuat kubur dari batu. Jadi pembuatan benda purbakala ini berasal dari berbagai masa, yang di antaranya ada yang berasal dari masa yang dekat ratusan tahun saja atau megalit muda.
 
Para tetua di Desa Sepe percaya bahwa salah satu patung Patung Palindo yang berarti sang penghibur dalam bahasa setempat adalah representasi dari penduduk pendahulu mereka, yaitu suku Tosaloge. Sesuai legenda, Raja Luwuk memerintahkan 1800 patung dari Sepe ke Palopo untuk menandai kekuasaannya di Bada. Patung ini seharusnya menghadap ke selatan, namun misi ini gagal, karena penduduk Bada meletakkannya dengan menghadap ke barat. Ketika sang raja meminta untuk mengubah posisinya, patung-patung ini menimpa pasukan raja dan membunuh sekitar 200 orang.
Patung-patung manusia lainnya berukuran tinggi sekitar 1,5 meter dengan diameter sekitar 50 cm. Selain patung manusia dewasa terdapat patung Oba yang berukuran tinggi 70 cm dengan raut jenaka, dan tanda kelamin yang belum jelas. Warga menyebutnya sebagai bentuk kera, tetapi juga bisa diartikan sebagai representasi anak-anak.
 
Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulawesi Tengah, saat ini terdapat 432 objek situs megalit di Sulawesi Tengah. Tersebar di Lore Utara dan Lore Selatan, sebanyak 404 situs dan di Kulawi, Kabupaten Sigi sebanyak 27 situs. 
Berdasarkan penelitian inventarisasi batuan megalit yang dilakukan oleh Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Sagarmatha Fakultas Pertanian Universitas Tadulako tahun 1994, di sekitar kawasan Taman Nasional Lore Lindu terdapat 300-an lebih situs megalit ini. Sementara, menurut sumber data yang lain, jumlah bebatuan megalitik ini ada 1.451 buah.
Lembah Bada sangat indah karena terletak di daerah yang relatif datar, yang dikelilingi perbukitan, sehingga awan yang tertahan di puncak bukit yang mengelilingi lembah menyajikan pemandangan dramatis. Ditengah Lembah Bada mengalir Sungai Lariang, menyatu dengan Sungai Malei, diperkirakan batu-batu ini berasal dari sungai tersebut. Semoga informasi ini bermanfaat dan Semoga saja situs ini tetap lestari.
Referensi:
[*] https://goo.gl/tQc8wt
[*] https://goo.gl/HRPujp
[*] https://goo.gl/a5pKv5
[*] https://goo.gl/1F5TNC
[*] https://goo.gl/ciPQg1
[*] https://goo.gl/v3JC39
[*] https://goo.gl/YzDYt1
[*] https://goo.gl/fVVxF8
[*] https://goo.gl/jhsMRX
[*] https://goo.gl/HXWhkt
[*] https://goo.gl/gprG3b
[*] https://goo.gl/pSL2oj
[*] https://goo.gl/7SkGxe
[*] https://goo.gl/ebt1om
[*] https://goo.gl/cjPozo
Lokasi: Lembah Bada atau Lembah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *