‘Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, mungkin kalimat itu yang sesuai untuk Ibu Maisah dan anak angkatnya Bayi Orangutan bernama Anjas. Setelah ditemukan 3 tahun lalu dan tentunya kini telah bersama selama 3 tahun. Kasih sayang tulus Ibu Maisah di bagikan kepada Anjas bersama anak-anaknya yang lain.

Tapi kini Ibu Maisah harus merelakan kepergian Anjas yang sudah di anggap anaknya sendiri. Terlihat jelas ketulusan terpancar dari Ibu Maisah dari raut wajah hingga perhatiannya. Namun, Ibu Maisah paham akan keberlangsungan hidup Anjas, dia juga pasti ingin bebas bersama orangutan lainnya dengan hidup secara alami di habitat aslinya. Bagaimanapun juga orangutan tetaplah hewan bukan manusia.

Team rescue bersama BKSDA sudah melakukan perundingan dengan IBu Maisah, awalnya tidak bersedia di konservasi tetapi setelah di jelaskan efek jangka panjangnya maka bersedialah Ibu Mariah untuk menyerahkan Anjas untuk di rehabilitasi.

Ibu Maisah mengatakan: ‘Dari dulu banyak yang ingin beli Anjas untuk dipelihara tetapi saya tidak mau karena dia sudah saya anggap anak sendiri, takutnya dia tidak di rawat. Tetapi dengan adanya konservasi dan rehabilitasi ini bu Maisah semakin percaya akan kebebasan Anjas.

Ibu Sudaryanti selaku Kepala Bagian Pengendali Hutan BKSD Kalbar menambahkan: ‘Awalnya Ibu Maisah tidak bersedia Anjas di rehabilitasi tetapi setelah melakukan perundingan yang panjang maka bersedialah Ibu Maisah menyerahkan Anjas untuk di rehabilitasi dengan syarat Ibu Maisah harus ikut dan menyaksikan langsung tempat rehabilitasi di Ketapang kawasan hutan BKSDA Kalbar serta memfasilitasi Ibu Maisah jika ingin bertemu dengan Anjas.

Tambahan dari @indoflashlight
Kini anjas telah pergi, tangis haru pasti ada tetapi ini yang terbaik untuk Anjas, manusia tetap manusia, hewan tetaplah hewan. Namun kadang ada hewan yang berprilaku seperti manusia dan ada pula manusia yang berperilaku seperti hewan bahkan hilang akal sehat hanya demi materi, habitat asli satwa endemik Indonesia ini rela di musnahkan. Ini bukanlah fiktif belaka, ini nyata adanya. Jika hutan tidak rusak rasanya mustahil satwa-satwa ini ada dibtempat rehabilitasi. Buka mata hati dan pikiran wahai manusia manusia “Kau tidak hidup sendiri” kau bukan penguasa” tunggulah saatnya alam murka jika tidak kau perbaiki etika.

Terima kasih Ibu Maisah, terima kasih BKSDA Kalbar.

🌐IF Region: @indoflashlightKalimantan)@indoflashlightBaliLombok @indoflashlightBantenID
📱Rerensi: Ap Channel [https://goo.gl/9LELtT]
📍Location: Kalimantan Barat, Indonesia 🇮🇩 | #indoflashlight #indoflashlightKalimantan#kemenpar #orangutan #orangutanrescue #saveorangutan #indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *