Sobat hijau, dua puluh sembilan (29) individu Macaca tonkeana berhasil ditangkap di Desa Rante, Sulawesi Selatan yang berada di areal kebun masyarakat sekitar 500 m dari jalan poros Belopa-Palopo, berjauhan dari hutan lindung. (21/03).

Setelah sebelumnya terdapat konflik satwa monyet Hitam Sulawesi (Macaca tonkeana) yang memasuki desa Rante. Akhirnya setelah dilakukan konsultasi dengan para ahli, maka disarankan untuk melakukan translokasi ke habitat macaca yang belum ada kelompok macaca lainnya dengan terlebih dahulu melepaskan “alpha male” atau pemimpin kera monyet jantan.

Penyerangan macaca sudah berlangsung beberapa hari di 5 dusun dengan memakan hasil kebun antara lain kakao, cengkeh dan rambutan. Masyarakat menangkap dengan membuat kandang perangkap disebut “bosso” (artinya perangkap) yang merupakan kearifan tradisional masyarakat. Jumlah macaca yang masuk perangkap ada 29 individu, terdiri dari 6 dewasa 14 remaja dan 9 anakan.

Petugas telah meninjau lokasi dan berkoordinasi dengan aparat Pemda kecamatan dan kepala desa serta tokoh masyarakat. Evakuasi dilakukan menggunakan 3 kandang angkut bersama masyarakat. Macaca dilepasliarkan di Cagar Alam Faruhumpenai Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan yang merupakan habitat macaca. Semoga Macaca dapat kembali ke habitatnya lagi – BBKSDA Sulsel.


Questions:

Kira-kita menurut analitis sahabat apa penyebab satwa ini menjejaki pemukiman?
LIhat Videonya:
📱Source: (@kementerianlhk), Doc. BBKSDA Sulawesi Selatan
📍Location: Perkebunan Warga di Desa Rante, Sulawesi Selatan, Indonesia 🇮🇩 | #indoflashlight #kementianlhk #kemenpar #macaca #SAVEmaccatonkeana #satwaIndonesia #indoflashlightSulsel #indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *